Stack Monitoring adalah proses pengawasan dan pengukuran kualitas emisi gas buang yang dilepaskan melalui cerobong (stack) dari berbagai fasilitas industri, pembangkit listrik, pabrik, dan instalasi lainnya. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa emisi tersebut memenuhi standar lingkungan yang telah ditetapkan dan tidak mencemari udara di sekitarnya.
Kegiatan stack monitoring meliputi pengukuran parameter seperti:
-
Konsentrasi polutan (misalnya karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen oksida, partikel debu, dan gas berbahaya lainnya).
-
Suhu dan kecepatan aliran gas buang.
-
Kadar oksigen dan karbon dioksida sebagai indikator pembakaran.
Teknologi yang digunakan dalam stack monitoring bisa berupa:
-
Continuous Emission Monitoring Systems (CEMS): Sistem pengukuran otomatis yang memberikan data secara real-time.
-
Sampling Manual: Pengambilan sampel gas untuk dianalisis di laboratorium.
Monitoring ini penting untuk:
-
Mematuhi peraturan lingkungan dan standar emisi.
-
Mendeteksi potensi masalah dalam proses pembakaran atau pengolahan limbah.
-
Melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan dari polusi udara.
Kalau mau, saya bisa jelaskan lebih detail tentang alat yang digunakan atau standar emisi yang umum berlaku. Mau?